BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb

Parenting dan Keteladanan: Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah

Parenting dan Keteladanan: Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah
Berbicara tentang pola asuh atau istilah kerennya parenting, ini bukan ilmu pasti. Setiap orang memiliki persepsi masing-masing. Ada orang tua yang merasa anak zaman sekarang tidak perlu dididik dengan keras, layaknya pendidikan zaman dulu, tahun 70-an atau 80-an. Namun, ada sebagian orang yang memandang bahwa karakter anak zaman sekarang semakin jauh dari harapan. Karena itu, mereka berpendapat bahwa anak harus dididik dengan cara ala militer, seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Semua orang memiliki caranya masing-masing dalam mendidik anak. Ada yang berhasil, ada pula yang untuk saat ini belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Semua itu merupakan bagian dari proses mendidik anak. Namun, bagi saya, pola asuh atau parenting yang paling tepat untuk membentuk karakter bukanlah tentang membangun barak tentara atau pendidikan berbasis militer, melainkan rumah. Peran orang tua di rumah sangat penting dalam pembentukan karakter anak.

Pentingnya peran keluarga ini juga perlu menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020, sebanyak 48,8 persen rumah tangga yang memiliki anak usia 1–17 tahun tercatat memiliki anak yang mengalami hukuman fisik dan/atau agresi psikologis dari pengasuh dalam setahun terakhir.→ Sumber data BPS.

Saat ini, negeri ini kehilangan figur teladan. Oleh karena itu, selain membentuk karakter mulai dari rumah, hal paling penting menurut saya dan tidak boleh dilupakan adalah bahwa setiap kita harus menjadi teladan.

Artikel Terkait
Martin Ruma
🎓 Praktisi Pendidikan | ✍️ Blogger Menulis untuk menyampaikan opini dan merawat ingatan agar tidak lupa.

Baca Juga

Posting Komentar