![]() |
| Gambar Ilustrasi - Modifikasi AI |
Besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola juga terlihat dalam sejumlah data. Laporan Nielsen The 2022 World Football Report, sebagaimana dikutip GoodStats, mencatat bahwa 69% masyarakat Indonesia dalam survei tersebut menggemari sepak bola. Sementara itu, survei nasional Indikator Politik Indonesia pada Desember 2024 menunjukkan bahwa 83,9% responden menilai kualitas pemain Timnas Indonesia bagus atau sangat bagus. Data ini memperlihatkan betapa besarnya tempat sepak bola dan Timnas Indonesia dalam perhatian masyarakat.
Pemandangan seperti itu seolah menjelaskan kepada kita bahwa sepak bola bisa menyatukan perbedaan politik, ras, dan agama. Artinya, ini adalah kebanggaan sekaligus aset bangsa yang harus dijaga. Jangan sampai persatuan seperti ini tercerai-berai karena oknum asing yang tidak ingin Indonesia maju. Segala dinamika yang memecah belah persatuan dan kesatuan pun dijalankan untuk mengadu domba dan memprovokasi di media sosial.
Meminjam istilah Pujiono, musisi jalanan, yang mengatakan, "Jangan mau diadu domba oleh bangsa lain," hal itu seharusnya menjadi refleksi kita bersama hari ini. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai kita diadu domba oleh oknum luar yang memecah belah kebinekaan kita.
FINAL FIFA ASEAN DAN KEBANGGAAN NASIONAL
Saat Emil Audero, kiper Rayo Vallecano, menepis tendangan Nattapong Sayriya dari Thailand dan memastikan Timnas Indonesia mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun, media sosial Indonesia dipenuhi euforia kemenangan Timnas Indonesia. Pada final FIFA ASEAN Cup 2026 tanggal 5 Oktober 2026, Indonesia bermain imbang 2–2 melawan Thailand hingga perpanjangan waktu, kemudian menang 4–2 melalui adu penalti. Penyelamatan Emil Audero menjadi salah satu momen penentu kemenangan tersebut.
Di sini, kita melihat bahwa sepak bola selain bisa menyatukan perbedaan, juga bisa menjadi kebanggaan nasional. Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam lima pertandingan kandang Timnas Indonesia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang mencatat total 325.593 penonton menurut laporan Skor.id.
Ini semua adalah aset bangsa yang harus dijaga. Kritik boleh, menghujat jangan. Kalah, menang, atau seri, mari bersama Timnas Indonesia untuk persatuan dan kebanggaan nasional.



