BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb

Manusia Bermuka : Refleksi tentang Kejujuran, Ego dan Kebenaran

Manusia Bermuka  Refleksi tentang Kejujuran, Ego dan Kebenaran
Gambar asli Martin Web.Id dimodifikasi dengan AI

Tidak semua wajah yang tersenyum membawa ketulusan. Sebagian hanya pandai mengenakan topeng, sebab mereka tahu bahwa kejujuran tidak selalu menguntungkan kepentingannya. Ini hanyalah opini pribadi yang hadir karena pengalaman perjumpaan dengan manusia lain.

Jumat, 16 Oktober 2026, ocehan tak berfaedah saya di atas mendekati kebenaran subjektif. Seorang kawan yang kesehariannya tersenyum ramah, entah tidak sengaja atau apalah namanya, mengatakan, "Semua itu karena idenya Pak Martin." Kalimat itu disampaikan di hadapan mereka yang saya bimbing.

Entahlah, apa maksudnya. Jika mengikuti ego, rasanya saya ingin membela diri dengan mengatakan, "Itu keputusan forum, bukan keputusan saya pribadi. Tetapi, kenapa saya yang dibawa-bawa dalam ceritamu?" Namun, sudahlah. Kita tidak bisa menjaga mulut orang untuk mengatakan apa. Tugas kita hanya menjaga mulut kita sendiri agar mengatakan sesuatu yang benar menurut kebenaran umum.

Mungkin kebenaran itu menyakitkan, tetapi kita tidak harus mengarang cerita hanya untuk terlihat hebat di depan orang lain. Pada saat yang sama, tulisan ini juga menjadi bahan evaluasi dan pengingat bagi saya agar lebih berhati-hati di tempat kerja. Saya harus terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang dipercayakan kepada saya.

Bisa jadi, apa yang kita lakukan tidak menyenangkan semua orang. Sebab, dalam setiap cerita yang disampaikan orang lain, kebenaran bisa diputarbalikkan. Namun, Tuhan Maha Mengetahui segalanya.

Kelapa Gading, 16 Oktober 2026 (HPS)

Artikel Terkait
Lebih baru Terlama
Martin Ruma
🎓 Praktisi Pendidikan | ✍️ Blogger Menulis untuk menyampaikan opini dan merawat ingatan agar tidak lupa.

Baca Juga

Posting Komentar